#65758
Diterjemahkan dari Let’s Better Ourselves For The Sake Of Imam as.
Oleh: AHaider


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah Penguasa Alam Semesta.
Ya Allah sampaikanlah salam dan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, para Imam dan Mahdi.

Asalaam Alaykum Wa RahmatAllah Wa Barakatuh.

Kita harus mempersiapkan diri kita dan membangun diri kita bagi Al Qaim (as) dan diri kita ini harus dipersiapkan untuk apa yang akan datang di dalam jalan ini dan apa yang akan kita lihat di jalan ini dan kita harus memiliki kepercayaan penuh kepada Allah dan hanya bergantung kepadaNya. Seperti Ibrahim (as) ketika ia dilemparkan ke dalam api dan Malaikat Jibrail (as) datang kepadanya dan berkata bahwa ia dapat menyelamatkan Ibrahim (as) dan membawanya keluar dari api tetapi Ibrahim (as) hanya bergantung kepada Allah dan mempunyai Yaqeen (keyakinan) yang tinggi kepadaNya dan oleh karenanya maka api berubah menjadi dingin seperti es dan Ibrahim (as) tidak terbakar. Oleh karena itu hari ini kita akan membahas beberapa hal tentang bagaimana kita dapat menyiapkan diri kita

Pertama-tama Aba Sadiq (as) sendiri yang telah mengatakan kepada kita:
“Sesungguhnya jalan Ahmed Al Hassan (as) adalah jalan yang sulit dan paling sukar. Dan Ahmed Al Hassan (as) adalah jalan yang Allah (SWT) berikan kepada kita. Sebuah jalan yang hanya sedikit orang yang memutuskan untuk menapakinya, dan bahkan lebih sedikit lagi yang dengan sukses melintasinya.”


Dan berkali-kali jalan Ahmed Al Hassan (as) kelihatannya kejam dan tidak masuk akal dan jalan ini kelihatannya tidak mungkin bagi diri kita untuk menapakinya tetapi Allah Maha Mengetahui karena Ia mengetahui apa yang ada di masa depan dan Ia memberi tahu kita apa yang terbaik, bukan hanya untuk sekarang tetapi juga apa yang terbaik di masa depan.

Ahmed Al Hassan (as) adalah jalan yang sulit dan mengikutinya adalah suatu pekerjaan yang sukar. Ahmed Al Hassan (as) adalah seseorang yang tingkat intelektualitasnya di atas dan di luar apa yang dimiliki oleh para Nabi dan Rasul. Berkali-kali logika Ahmed Al Hassan (as) tidak dapat dipahami, sampai pada titik dimana tidak ada lagi yang dapat dilakukan oleh seseorang kecuali percaya kepadanya dengan hatinya, jiwanya, dan setiap inci dari tubuhnya karena sesungguhnya barangsiapa yang mempunyai keraguan walau sebesar biji sawi maka ia akan gagal. Kuncinya adalah ketaatan, ketaatan, dan ketaatan. Ahmed Al Hassan (as) mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Ia melihat, mendengar, dan mengetahui segala sesuatu. Sunnahnya adalah sunnah para Nabi dan Rasul dan sunnah mereka tidaklah mudah. Dengarlah tentang bagaimana Nabi Allah Isa (as) memberi tahu seorang laki-laki untuk melakukan sesuatu tetapi laki-laki ini malah ingin melakukan hal lain yang menurutnya terbaik untuk dilakukan. Laki-laki itu berkata kepada Isa (as), “Aku akan mengikutimu, Tuan. Tetapi pertama-tama aku akan mengucapkan selamat tinggal kepada mereka yang ada di rumahku.” Isa (as) menjawab, “Tidak ada seorang pun yang hendak menggarap ladangnya yang melihat lagi ke belakang. Apabila ia melakukannya, ia tidak berguna di dalam ‘Kerajaan Tuhan’.” Dan tiada daya/kekuatan kecuali berasal dari Allah (SWT).

Jadi sekarang kita mengetahui bahwa jalan ini adalah jalan yang sukar sehingga kita harus menyiapkan diri kita dalam menghadapi segala godaan syaitan dan godaan kenikmatan duniawi yang ada di dalam diri kita. Kita harus menguatkan hati kita agar lebih kuat dari besi supaya kita tetap kokoh di dalam jalan ini. Salah satu cara agar kita dapat melakukannya adalah dengan memiliki pengetahuan. Lihat dan bacalah bukti-bukti mengenai dawa ini berulang-ulang. Bukti-bukti tentang dawa ini sesungguhnya lebih terang daripada matahari dan telah terbukti kebenarannya kata demi kata. Sebuah keajaiban.

Cara yang lain untuk menyiapkan diri kita adalah dengan membersihkan dan menyucikan hati kita dan melakukannya hanya untuk Ahmed Al Hassan (as). Dan cara untuk membersihkan hati kita salah satunya adalah dengan melakukan salat malam. Aba Mikail Ahmed Murad (as), salah satu dari 12 laki-laki, berkata bahwa salat malam akan membersihkan hati dan menyucikannya sebagaimana air membersihkan dan menyucikan tubuh kita. Imam Ali (as) juga berkata, “Tubuh disucikan oleh air, ego (keakuan) disucikan oleh air mata, intelektualitas disucikan oleh pengetahuan, dan jiwa disucikan oleh cinta.”

Kita harus menyiapkan mental kita dan mengetahui bahwa apapun yang Ahmed Al Hassan (as) lakukan adalah yang terbaik dan yang benar dan kesemuanya berasal dari Allah (SWT). Apapun yang Ahmed Al Hassan (as) lakukan adalah yang terbaik untuk masa depan kita walaupun kelihatannya tidak seperti itu, tetapi di sisi lain kita tidak mempunyai kemampuan untuk melihat masa depan kita melainkan hanya Allah Yang Mengetahuinya sehingga oleh karenanya kita harus memiliki kepercayaan penuh dan sungguh-sungguh bersandar pada rencana Allah. Dan yang Ahmed Al Hassan (as) lakukan kesemuanya menguntungkan bagi kita di masa depan bahkan jika kedengarannya gila untuk mempercayai dan yakin terhadapnya, karena ia (as) sungguh-sungguh berasal dari Allah (SWT).

Cara lain untuk mempersiapkan diri kita adalah yang seperti Aba Sadiq (as) katakan:
“Miliki keyakinan (yaqeen) yang absolut terhadap dawa ini karena dawa ini adalah kebenaran dan keseluruhannya adalah benar dan jika orang-orang mengelilingi dunia ini mencari kebenaran yang lain (daripada dawa ini) atau pergi mencari agama yang lain maka mereka tidak akan pernah menemukan yang lebih benar daripada dawa ini.”


Cara berikutnya untuk menyiapkan diri kita adalah dengan tidak membiarkan rasa takut masuk ke dalam diri kita karena rasa takut tidak lain hanyalah sebuah ilusi saja. Ali bin Abi Talib (as) berkata:
“Ketika kamu takut akan sesuatu, segera hadapi karena intensitas untuk menghindarinya justru jauh lebih besar daripada sesuatu yang kamu takuti itu.”


Aba Sadiq (as), mengenai rasa takut, mengatakan:
“Mengenai rasa takut, jangan biarkan rasa takut masuk ke dalam dirimu karena ketika rasa takut masuk ke dalam diri orang mukmin atau manusia pada umumnya, maka pada saat itulah Syaitan (la) dapat memasukimu. Selalu atasi rasa takut dan selalu hadapi yang kamu takuti.”


Cara berikutnya untuk menyiapkan diri kita adalah dengan membuat hati kita hanya untuk Ahmed Al Hassan (as) dan menjauhkan hati kita dari keinginan duniawi dan segala bentuk yang serupa dengannya. Aba Sadiq (as) berkata:
“Imam (as) juga berkata kepadaku bahwa cinta kepada dunia dan cinta kepada Imam (as) tidak bisa ada bersamaan di dalam satu hati. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi, seperti dua jalan yang berseberangan arah. Mencintai dirimu sendiri dan mencintai Hujjah Allah adalah dua jalan yang berbeda yang berseberangan satu dengan lainnya.”


Kita harus mempunyai kontrol penuh atas diri kita karena kontrol diri dan disiplin diri akan membawa kita pada penyucian diri. Mengenai hal ini Imam Ali (as) berkata:
“Jangan mencari perhatian dan jangan berupaya untuk menjadi terkenal, jangan naikkan level dirimu supaya dikenang orang lain. Pelajari dan diam, carilah rasa aman pada keheningan, maka dengannya kamu akan membuat orang-orang shaleh gembira dan membuat orang-orang jahat murka.”

Kita, brothers, and sisters, juga harus bersiap untuk menerima sikap orang-orang lain terhadap kita, kita harus bersikap toleran terhadap mereka dan kita mendoakan mereka supaya Allah (SWT) membimbing mereka dan membangunkan mereka (dari ketidaktahuan, ketidakpedulian, kebodohan mereka) dengan kasih sayangNya. Ingatlah pada apa yang sudah dilakukan oleh Maula kita tercinta Imam Ahmed Al Hassan (as) dan Ahlul Bayt (as) untuk kita.

Kita harus menyiapkan diri kita terhadap apa yang akan kita lihat dan lalui dan percaya kepada Allah secara utuh.


Jadi keseluruhan gagasannya adalah bahwa kita tidak berharap akan sesuatu tetapi kita menyiapkan diri kita untuk segala sesuatu yang akan terjadi dan bahwa kita mempunyai keinginan untuk melakukan apapun yang Imam (as) katakan tanpa ada rasa ragu dan kita mempercayai mereka dan mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan adalah berasal dari Allah.

Aba Sadiq (as) berkata:
“Selalu pilih untuk melakukan apa yang Imam mau daripada melakukan apa yang kamu mau, dengan demikian kamu sudah menghilangkan eksistensi dirimu dan keinginanmu di hadapan Allah (SWT). Jadi selalu pilih apa yang Imam (as) mau diatas kemauanmu, dan jika Imam (as) gembira maka gembiralah kamu dan jika mereka sedih maka kamu pun begitu, jika mereka melangkah maju, kamu pun melangkah maju. Kemanapun mereka pergi, jadilah debu di bawah kaki mereka. Dengan melakukan hal ini maka kamu tidak akan pernah gagal dan akan selalu kokoh berpegangan pada kebenaran. Juga cara terbaik untuk memperoleh yaqeen (keyakinan) adalah dengan percaya bahwa tidak ada daya atau kekuatan kecuali berasal dari Allah (SWT) dengan hatimu dan bukan dengan lidahmu sebagai ucapan saja. Kunci dari semua hal adalah bahwa tidak ada daya atau kekuatan kecuali berasal dari Allah, bebaskan pikiran kalian dan latihan untuk membebaskan pikiran adalah dengan mengenyahkan dirimu dari segala gagasan lampau yang mengontrol dan menutupi pikiranmu.”


Imam Ahmed Al Hassan (as) berkata:
“Bebaskan pikiranmu, wahai anak-anakku. Bebaskan dari segala belenggu.”



Allaahumma salle ala Muhammad wa Ale Muhammad al Aemma wal Mahdyeen wa salem tasleeman Katheera
Y- Yamani et Yawmiates (Mémoires).

Salam, Le récipiendaire. Y-13. Il est aussi[…]

N- Nostradamus.

Salam, Au détriment des associateurs. N-7. […]

Q- Le Mahdi dans le Coran.

Salam, L’Astre perçant. Q-26. La lumière d[…]