User avatar
By zeynabansari
#65773
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji hanyalah bagi Allah Penguasa Alam Semesta. Ya Allah sampaikanlah salam dan shalawat kepada Muhammad dan Keluarga Muhammad, para Imam dan Mahdyeen.

Keberhasilan berasal dari Allah (SWT) dan Allah (SWT) Yang Maha Mengetahui.

اللهم صلي على محمد و ال محمد الأئمة و المهديين و سلم تسليما كثيرة
Ya Ahmed Ya Abdullah Ya Mahdi. Darimu Ya Ahlul Bayt adalah kebaikan dan di dalam dirimu Ya Ahlul Bayt adalah kebaikan dan ke atasmu ya Ahlul Bayt adalah kebaikan.


Kaum Mukmin dalam Jumlah Minoritas vs Kaum Kafir dalam Jumlah Mayoritas

Di dalam keseluruhan ayat-ayat Al Quran disebutkan bahwa kaum mukmin jumlahnya hanya sedikit sementara mayoritas mengikuti kebatilan. Kenyataannya adalah bahwa kebatilan mempunyai banyak teman, pengikut dan pendukung sementara pengikut kebenaran hanyalah sedikit orang. Ayat-ayat Al Quran berulang-ulang selalu menyatakan bahwa mayoritas manusia adalah kaum kafir sementara jumlah kaum mukmin hanyalah sedikit saja.


Quran 38:24
Daud berkata: 'sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu, dengan meminta kambingmu itu, untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya, kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu, sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman, dan mengerjakan amal yang shaleh; dan amat sedikitlah mereka ini'. Dan Daud mengetahui, bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Rabb-nya, lalu tersungkur sujud dan bertaubat.
Quran 40:59
Sesungguhnya, hari kiamat pasti akan datang, tiada keraguan tentangnya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman.
Quran 10:55
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah, apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya).
Quran 16:83
Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya; dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.
Quran 43:78
Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci kepada kebenaran itu.
Quran 25:44
Atau apakah kamu (Muhammad) mengira, bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami (yang kamu katakan). Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak (yang tidak mengerti perkataan manusia), bahkan mereka lebih sesat jalannya (daripada binatang ternak itu).
Quran 13:1
Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al-Qur'an). Dan kitab yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
Quran 6:116
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang mendapat petunjuk.
Quran 7:102
Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka, memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka, orang-orang yang fasik.
Quran 6:37
Dan mereka (orang-orang musyrik Mekah) berkata: 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mu'jizat dari Rabb-nya?': Katakanlah: 'Sesungguhnya Allah kuasa menurunkan suatu mu'jizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui'.
Quran 3:110
Kamu (umat Muhammad) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.
Quran 2:83
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, (yaitu): 'Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat'. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
Quran 2:246
Apakah kamu tidak memperhatikan, pemuka-pemuka Bani Israil, sesudah Nabi Musa, ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: 'Angkatlah untuk kami seorang raja, supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah'. Nabi mereka menjawab: 'Mungkin sekali, jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang'. Mereka menjawab: 'Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami'. Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
Quran 2:249
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: 'Sesungguhnya, Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu (yang) meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menciduk-cidukkan tangan, maka ia adalah pengikutku'. Kemudian mereka meminumnya, kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyebrangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: 'Tak ada kesanggupan kami pada hari ini, untuk melawan Jalut dan tentaranya'. Orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: 'Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit, dapat mengalahkan golongan yang banyak, dengan ijin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar'.
Quran 3:123
Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.
Quran 4:46
Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: 'Kami mendengar, tetapi kami tidak mau menurutinya'. Dan (mereka mengatakan pula): 'Dengarlah', sedang kamu sebenarnya tidak mendengar apa-apa. Dan (mereka mengatakan): 'Raa'ina', dengan memutar-mutarkan lidahnya, dan mencela agama. Sekiranya mereka mengatakan: 'Kami mendengar dan patuh, dan dengarlah, dan perhatikanlah kami', tentulah itu lebih baik bagi mereka, dan lebih tepat, akan tetapi Allah mengutuk mereka, karena kekafiran mereka. Mereka tidak beriman, kecuali iman yang sangat tipis.
Quran 4:83
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil-Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil-Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikuti syaitan, kecuali sebagian kecil saja (di antaramu).
Quran 4:155
Maka (Kami lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, dan mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar, dan mengatakan: 'Hati kami tertutup'. Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka, karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman, kecuali sebagian kecil dari mereka.
Quran 5:13
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan, sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kehianatan dari mereka, kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang berbuat baik.
Quran 10:60
Apakah dugaan orang-orang, yang mengada-adakan kebohongan terhadap (tentang) Allah, pada hari kiamat?. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia, (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
Quran 10:92
Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran, bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia, lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami
Quran 12:103
Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkan-nya.
Quran 16:38
Mereka bersumpah dengan nama Allah, dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: 'Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati'. (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.
Quran 26:139
Maka mereka mendustakan Huud, lalu Kami binasakan mereka. Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Quran 26:8
Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. Dan kebanyakan mereka tidak beriman.
Quran 26:67
Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mu'jizat), dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman (percaya).
Quran 26:103
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman."
Quran 26:121
Sesungguhnya pada yang demikian itu, benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.


Laa hawla wa laa quwwata illa Billaah. Tidak ada daya atau kekuatan kecuali berasal dari Allah.

Ayat demi ayat berbicara tentang mayoritas manusia sebagai orang-orang kafir dan hanya minoritas yang bersama dengan kebenaran. Sepanjang sejarah di setiap bangsa, setiap Rasul (as) yang menyerukan kepada kebenaran hanya mempunyai sedikit pengikut yang berjihad di jalan Allah (SWT). Contoh untuk hal ini adalah Nabi Nuh (as) yang menyerukan manusia agar berpaling kepada Allah (SWT) selama 900 tahun dan ia (as) mendapatkan tidak lebih dari beberapa pengikut saja. Imam Ali (as) yang mendapatkan gelar Wali Allah dari Nabi Muhammad (SAW) pada hari Ghadeer Khum di depan ribuan orang dan setelah wafatnya Nabi Muhammad (SAW), Keluarga Muhammad (SAW) tetap hanya dikuti oleh beberapa orang mukmin saja.


“Dan sesungguhnya, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata, bagi kamu agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku kuatir, kamu akan ditimpa azab (pada) hari, yang sangat menyedihkan'. Maka berkatalah, pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa), seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina dina, di antara kami, yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin, bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'.” {QS 11:25-27}


Hari ini kita memiliki Imam Ahmed al Hassan (as) bersama dengan kita, ia (as) adalah pemberi peringatan yang jelas kepada dunia sebagaimana mereka yang Allah (SWT) telah kirimkan sebelumnya. Tentu saja sejarah selalu terulang kembali, orang-orang di hari ini tidaklah berbeda dengan orang-orang di masa lampau… dan terulang kembali, orang-orang mukmin jumlahnya hanya sedikit dan akan menjadi lebih sedikit sampai hanya yang paling tuluslah yang akan tinggal untuk bersama-sama mendukung Ahl al Bayt (as).


Mayoritas Umat Manusia Adalah Kaum Kafir


Mengapa mayoritas umat manusia mengikuti kebatilan? Sebuah pertanyaan telah dijawab baru-baru ini di dalam website Black Banners.
Mereka mencintai kebatilan karena kebatilan itu sesuai dengan hasrat mereka dan karena kebanyakan dari mereka membenci kebenaran.


Sebetulnya jawabannya mudah, berjihad di jalan Allah (SWT) berarti mengendalikan ego, hasrat, dan melepaskan semua kesenangan dunia yang mayoritas umat manusia tidak mau melepaskannya. Bahkan pada mereka yang mengatakan bahwa mereka bekerja di jalan Allah (SWT), para ulama tak beramal, dalam kenyataannya mereka mengejar kekuasaan dan ingin mengontrol orang-orang untuk mendapatkan status di mata masyarakat. Mendukung kebenaran dan berjihad di jalan Allah (SWT) berarti melepaskan semua hal (materi duniawi) yang ada di dunia ilusional ini. Hal ini juga berarti bahwa kita menerima bahwa kita bukanlah apa-apa melainkan hanya sebutir debu, menerima bahwa kita adalah hamba-hamba Allah (SWT) dan Ahl al Bayt (as).


Kualitas dan Karakteristik dari Orang-orang Mukmin Sesungguhnya


Diriwayatkan dari Rasulullah (SAW) yang berkata kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Talib (as): “Keimanan orang-orang mukmin yang sesungguhnya akan lengkap ketika ia memiliki seratus tiga kekhususan dan kekhususan ini dapat terbagi menjadi lima kategori: perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan di masa lalu; perbuatan-perbuatan yang tengah dilakukan dan terus akan dilakukan (di masa sekarang dan di masa depan); niatnya; karakteristik eksternalnya; dan karakteristik internalnya.”

Amirul Mukminin Ali bin Abi Talib (as) menjawab, “Wahai Rasulullah! Apakah seratus tiga kekhususan itu?”

Nabi (SAW) menjawab, “Ya Ali! Beberapa karakteristik dari seorang mukmin diantaranya adalah bahwa ia terus-menerus dalam keadaan berpikir; ia mengingat Allah dalam ibadahnya dengan lantang; ia memiliki ilmu yang tinggi; kesabarannya luar biasa; dan ketika ia berkonfrontasi (dengan orang lain) ia melakukannya dengan lemah lembut…” (Bihar al-Anwar, vol. 64, Bab Tanda-tanda Orang Mukmin, hlm. 310, riwayat 45)


Mohammed bin Musa bin al-Mutawakkil, semoga Allah mengasihinya, menceritakan kepadaku dari Mohammed bin Yahya al-Attar al-Kufi dari Musa bin Imran an-Nakh’i dari pamannya al-Hussein bin Yazid an-Nawfali dari Ali bin Salem dari ayahnya dari Abu Bassir bahwa Imam as-Sadiq (as) berkata: “Syiah kami adalah orang-orang yang saleh dan tekun, setia dan jujur, dan asketik dan selalu berada di dalam ibadahnya. Mereka mendirikan salat 51 rakaat di setiap siang dan malam. Mereka melewatkan malamnya dengan beribadah dan siangnya dengan berpuasa. Mereka mengeluarkan zakat dari hartanya, berhaji, dan menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang.”


Mohammed bin Musa bin al-Mutawakkil, semoga Allah mengasihinya, bercerita kepada kami dari Abdullah bin Ja’far al-Himyari dari Ahmed bin Mohammed bin Easa dari al-Hasan bin Mahboub dari Ali bin Riaab dari Abu Ubaida al-Hetthaa bahwa Abu Abdullah (as) menceritakan bahwa ketika Nabi (SAW) menaklukkan Mekah, ia (SAW) berdiri di Safa dan berkata: Wahai putera-putera Hashim dan putera-putera Abdul-Muttalib, aku adalah Rasul Allah bagi kalian semua. Aku merasa kasihan kepada kalian semua. Janganlah bergantung pada fakta bahwa Muhammad adalah berasal dari (suku) kalian. Demi Allah aku bersumpah, para pengikutku, tidak penting apakah mereka berasal dari suku bangsamu atau berasal dari suku bangsa manapun, yang terpenting adalah ketakwaan mereka. Aku tidak akan mengakuimu (sebagai pengikutku) pada hari Kebangkitan jika kamu datang kepadaku dipenuhi dengan kemudaratan duniawi sementara yang lain datang dengan manfaatnya. Aku dibebaskan mengenai misiku dan juga mengenai perintah-perintah Allah kepada kalian. Aku melakukan apa yang harus aku lakukan dan kelak kamu pun akan demikian.



Mohammed bin Musa bin al-Mutawakkil, semoga Allah mengasihinya, menceritakan kepadaku dari Ahmed bin Abdullah… bahwa Abu Abdullah (as) berkata: Demi Allah aku bersumpah, Syiah Ali adalah mereka yang menjauhkan diri dari nafsu makanan dan seksual, bekerja dengan tulus untuk Penciptanya, berharap memperoleh pahala dariNya, dan takut akan azabNya.

Abdul-Wahid bin Mohammed bin Abdous al-Attar an-Nisapuri, semoga Allah mengasihinya, menceritakan kepada kami dari Ali bin Mohammed bin Qutaiba dari al-Fadhl bin Shathan bahwa Ali bin Musa ar-Ridha (as) berkata:
Bagi barangsiapa yang menyatakan keesaan Allah, menyangkal antropomorfisme Allah, menganggap Dia di atas apapun yang tidak sesuai dengan (sifat)Nya, menyatakan bahwa daya, kekuatan, kehendak, kemauan, penciptaan, supremasi, dan tindakan-tindakan – semuanya adalah milik Allah, mempercayai bahwa tindakan-tindakan hambaNya (yang dimaksudkan disini adalah rencananya, bukan pelaksanaannya) diciptakan Allah, menyatakan bahwa Muhammad (SAW) adalah Rasul Allah dan Ali dan para Imam setelahnya adalah Hujjah Allah (terhadap para mahlukNya), mendukung pembantu-pembantu mereka, memusuhi musuh-musuh mereka, menghindari melakukan dosa-dosa besar, mempercayai Rajaah dan dua mut’a dan mengimani Isra Miraj, pertanyaan-pertanyaan di alam kubur, Al Kawthar, syafaat, penciptaan surga dan neraka, jalan yang lurus, keseimbangan, bangkit dari kematian, hari Kebangkitan, maka ia pastilah seorang mukmin dan salah satu dari Syiah kami – Syiah Ahlul Bayt.

Ya Mola Ahmad Ya Mola Abdullah Ya Mola Mahdi
M- Deux Messies.

Salam, Viendront de faux Mahdis. M-13. Il e[…]

S- L'Islam comme Religion ?

Salam, Le Rappel. S-10. Mahdi est un avertis[…]

Salam, Les bannières noires. E-13. Le Desce[…]