#65284
ULAMA-ULAMA SESAT DI AKHIR ZAMAN ADALAH MUSUH-MUSUH AL QAIM

Menurut Rasulullah (SAWAS) dan para Imam Ahlul Bayt (as), para ulama yang ada pada masa Imam Mahdi (as), terutama ulama-ulama taqlid, akan betul-betul menjadi musuh-musuh bagi seseorang, yang kepadanya seakan-akan mereka terus memanggil namanya. Mereka tidak akan mengenali Imam Mahdi (as) ketika ia muncul, dan sebaliknya mereka akan memandang Al Mahdi (as) sebagai ancaman bagi kedudukan mereka dan oleh karenanya memeranginya (as)
Banyak ulama Syiah dan Sunni yang terkemuka pada masa silam mengatakan hal yang sama dan mendokumentasikan riwayat-riwayat tentang fakta ini di dalam bukunya.

Sebelum meneliti sejarah taqlid dan fatwa, marilah kita simak hadist-hadist yang mengejutkan yang menunjukkan bagaimana ulama-ulama di Akhir Zaman yang akan menentang Al Qaim (as), dan menjadi musuh-musuh Al Qaim (as) yang paling bengis, dan akan memanggil umat manusia untuk berpaling kepada mereka dan mereka akan mendustakan Al Qaim (as)...

• Diceritakan dari Rasulullah (SAWAS) bahwa ia berkata, “Akan datang waktunya bagi Ummahku ketika tidak ada yang tersisa dari AlQuran kecuali tulisannya, dan tidak ada yang tersisa dari Islam kecuali namanya. Mereka akan disebut sebagai seorang Muslim sementara kehidupan mereka amat jauh dari Islam. Mesjid-mesjid mereka akan terisi oleh orang-orang tetapi kosong akan petunjuk yang benar. Para ahli fiqih pada masa itu akan menjadi yang paling jahat yang pernah ada di bumi; mereka yang menabur kerusakan dan kerusakan pula yang akan mereka tuai.” – Al-Bihar, vol. 52, hlm 190, h. 21

• Rasulullah (SAWAS) berkata kepada Ibn Masud, “... Ya Ibn Masud, akan datang waktunya ketika orang yang masih berpegang pada ajaran agamanya merasa bahwa ia seolah-olah sedang memegang bara api pada telapak tangannya. Oleh karena itu ia harus bertingkah laku seperti seekor serigala, kalau tidak ia akan dimangsa oleh serigala lainnya. Ya Ibn Masud, ulama-ulama dan ahli-ahli fiqih mereka adalah pengkhianat-pengkhianat yang tak bermoral. Bahkan lebih buruk dari itu, mereka adalah ciptaan Allah yang paling jahat, begitu pula dengan pengikut-pengikut mereka, orang-orang yang mengunjungi mereka, orang-orang yang berurusan dengan mereka, yang mencintai mereka, duduk bersama mereka, dan yang meminta nasehat kepada mereka. Ketahuilah mereka, ciptaan Allah yang paling jahat, api neraka akan menjalar melalui mereka dan mereka tuli, bodoh, dan buta dan tidak akan kembali. Kami akan mengumpulkan mereka di Hari Kebangkitan dan menjepit mereka yang tuli, bodoh, dan buta karena tempat mereka adalah di neraka. Kapanpun api neraka mulai padam, kami akan mengobarkannya lagi dan ketika kulit mereka merah melepuh terbakar maka kami akan menggantikannya dengan kulit yang baru sehingga mereka akan merasakan pedih. Ketika mereka dilemparkan ke dalam api, mereka akan mendengar suara tarikan nafas yang merobekkan, dan api yang berkobar menyala-nyala dan setiap kali mereka berusaha lari karena kepedihan yang dahsyat, mereka akan dilemparkan kembali ke dalamnya, diazab untuk merasakan pedih terbakar yang tak terhingga. Di dalamnya merka menghembuskan nafas tetapi mereka tidak mendengarnya. Ya Ibn Masud, mereka berkata bahwa mereka mereka mengikuti agamaku, Sunnahku, jalanku, fiqih-fiqihku tetapi kenyataannya mereka tidak ada kaitannya denganku, begitu pula aku tak ada kaitannya dengan mereka. Ya Ibn Masud, jangan duduk bersama mereka di depan umum! Jangan berbaiat kepada mereka di pasar (keramaian)! –Ilzaam an-Nazeeb volume 2 hlm. 131-132

• Fudhail Ibn Yasar meriwayatkan :
Aku mendengar Imam Al-Sadiq (as) berkata, “Ketika Qaim (as) kami bangkit, ia akan menghadapi kebodohan yang lebih parah daripada yang dihadapi oleh Rasulullah (SAWAS) selama zaman jahiliyah.” Aku bertanya, “Mengapa hal itu terjadi?” Imam menjawab, “Rasulullah (SAWAS) diutus kepada kaum penyembah patung batu dan kayu. Sementara, Qaim (as) kami diutus kepada kaum yang menginterpretasikan Al Quran yang berlawanan dengan interpretasinya (Al Qaim), dan akan membantah Al Qaim berdasarkan interpretasi mereka sendiri atas Al Quran. Demi Allah, Al Qaim akan menyebarkan keadilannya memasuki rumah-rumah mereka, sama seperti hawa panas dan dingin yang memasuki rumah mereka.”

• Diriwayatkan dari Rasulullah (SAWAS), yang berkata:
“Allah mengungkapkan kepada beberapa nabiNya: Katakanlah kepada mereka yang belajar ilmu fiqih dengan tujuan selain (untuk) agama mereka, yang belajar dengan tujuan selain daripada untuk mengamalkannya, dan menjalani kehidupan dengan tujuan selain daripada akhirat mereka; dan barangsiapa yang datang kepada orang-orang dengan berjubahkan bulu domba sementara hati mereka serupa dengan serigala, kata-kata mereka lebih manis daripada madu, tindakan-tindakan mereka lebih pahit daripada gaharu, menipu dan memperolokkan Aku, bahwasanya Aku akan memberikan mereka kesengsaraan yang akan melemparkan orang yang bijak ke dalam kebingungan.” –Bihar Al-Anwar, vol. 1, hlm. 224, Iddat Ad-da’l, hlm. 70

• Diriwayatkan dari Rasulullah (SAWAS) berdasarkan perintahnya kepada Ibn Mas’ud:
“... Wahai Ibn Mas’ud, suatu masa akan datang ketika berpegang pada agama bagi orang-orang akan sama seperti memegang kayu yang membara pada telapak tangan mereka. Dengan demikian mereka harus bertindak seperti serigala; apabila tidak, serigala-serigala yang akan memangsa mereka. Wahai Ibn Mas’ud, ulama-ulama dan ahli-ahli fiqih mereka sangat tidak bermoral dan mereka adalah para pengkhianat, mereka akan menjadi makhluk ciptaan Allah yang paling jahat, sama seperti orang-orang yang mengikuti mereka, yang meminta nasehat mereka, yang mengambil dari mereka, yang mencintai mereka, yang duduk bersama mereka dan berdiskusi dengan mereka. Mereka adalah makhluk Allah yang paling jahat dan kelak akan dikirimkan ke neraka.”

• As-Sadiq (as) berkata:
“Ketika Al Qaim muncul untuk menuntut balas kepada ahli-ahli fiqih karena mengeluarkan fatwa-fatwa atas perkara yang tidak mereka ketahui, mereka dan para pengikut mereka akan menderita kesengsaraan. Apakah agama ini tidak lengkap bagi mereka sehingga mereka harus melengkapinya? Apakah agama ini menyimpang sehingga mereka harus meluruskannya? Apakah manusia ingin menentang Allah sehingga mereka tidak mematuhiNya? Atau apakah Allah menyuruh mereka melakukan hal yang benar dan mereka tidak mematuhiNya? Apakah sang terpilih, Rasulullah (SAWAS), salah menginterpretasikan apa yang sudah diungkapkan kepadanya sehingga mereka harus memperingatkannya? Apakah agama ini masih tetap tidak lengkap pada jamannya sehingga mereka harus melengkapinya? Atau apakah ada nabi yang lain yang datang sesudahnya sehingga mereka mengikutinya?” –Ilzam An-Naseb, vol. 2, hlm. 200

• Imam Al-Baqir (as) berkata: “Apabila Al Qaim muncul dari Karbala menuju Najaf ketika orang-orang ada di sekelilingnya, ia akan menghabisi, di sepanjang Karbala dan Najaf, 16.000 ahli fiqih (ulama) dan orang-orang munafik di sekelilingnya akan berkata: Ia bukanlah putera Fatima karena apabila ia putera Fatima, ia akan mempunyai belas kasihan kepada mereka. Dan ketika Al Qaim memasuki Al-Najaf dimana ia akan tinggal disitu satu malam , ia kemudian akan mucul dari pintu Al-Nukhaila pergi menuju makam Hud (as) dan Saleh (as), 70.000 orang dari Kufa akan menemuinya karena mereka ingin membunuhnya, sehingga kemudian ia (Mahdi) akan membunuh mereka semua dan diantara mereka tak akan ada satupun yang akan selamat.” –Noor Al-Anwar, hlm. 345, vol. 3, Bihar Al-Anwar, vol. 52, hlm. 389

• Di dalam kitab Al-Yanabi’, disebutkan: “Ketika Al-Qa’im (as) muncul, ia tidak akan mempunyai musuh yang nyata kecuali para ahli fiqih, khususnya. Ia dan pedangnya tidak akan terpisahkan satu sama lain, karena apabila pedangnya tidak ada pada tangannya, para ahli fiqih itu akan mengeluarkan fatwa-fatwa yang berisi perintah untuk membunuhnya. Namun, Allah akan mendorongnya keluar dan melengkapinya dengan pedang dan juga dengan kemurahan hati, sehingga mereka akan mematuhinya, takut kepadanya, dan menerima pemerintahannya tanpa keimanan sementara di dalam hatinya mereka menyimpan ketidaktaatannya.” –Yanabi’ Al-Mawaddat, vol 3, hlm 215
Keadaan para ulama di Akhir Zaman adalah persis seperti yang Imam Ali (as) gambarkan sebagai ‘ulama-ulama sesat’:
“Wahai kalian yang berilmu; apakah kalian membawa pengetahuan itu hanya untuk kalian sendiri? Karena sesungguhnya pengetahuan adalah kepunyaan siapapun yang mengetahuinya dan mengamalkannya, sehingga tingkah lakunya sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Akan ada orang-orang yang berilmu, namun ilmunya tidak akan melewati bahunya. Apa yang sesungguhnya yang ada di dalam pikiran mereka akan berseberangan dengan apa yang mereka perlihatkan di depan khalayak, dan perilaku mereka akan bertentangan dengan pengetahuan mereka.” –Imam Ali
Catatan: Para pendukung Kantor Palsu di Najaf, yang mengklaim bahwa mereka mewakili Imam Ahmed Al-Hassan (as) dan telah memalsukan Ahmed Al-Hassan untuk merampas posisinya melalui pengangkatan Imam Palsu pada Facebook, waspadalah bahwa hadist-hadist ini ini juga berlaku kepada para ulama yang mendominasi Dawa Yamani secara jelas.
Semua pertanda menunjuk kepada ciri-ciri Akhir Zaman. Jadi, bagaimana lagikah para ulama sesat membuat kerusakan yang oleh Rasulullah (SAWAS) mereka disebut sebagai “makhluk ciptaan Allah yang paling jahat”?
S- L'Islam comme Religion ?

Salam, Le Rappel. S-10. Mahdi est un avertis[…]

Salam, Les bannières noires. E-13. Le Desce[…]

Y- Yamani et Yawmiates (Mémoires).

Salam, Les rêves qui m’ont aidé à mieux cerner[…]