User avatar
By zeynabansari
#65343
Ketika Al Qaim (as) muncul, ia akan memerangi semua bid’ah, dan akan menegakkan kebenaran agama, membawa begitu banyak pengetahuan yang akan mengejutkan seluruh dunia...

Untuk alasan ini, dalam masa permulaan misinya, banyak orang akan berpikir ia telah membawa agama yang baru. Banyak orang yang akan menentang Imam Mahdi (as) dengan cara menolak wasinya Ahmed Al-Hassan (as) (Pemimpin Black Banners of The East) bukan karena mereka gagal mengenalinya, tetapi dikarenakan oleh ketidakpercayaan mereka pada hukum-hukum agama yang awal/asli yang ia (as) bawa, dikarenakan oleh pengabaian mereka pada hadist yang diriwayatkan, dan karena mereka lebih suka mengikuti ide-ide buatan manusia dan opini-opini yang berhubungan dengan masalah agama.
Oleh karenanya, kepada semua yang mengejek dan menertawakan pengetahuan dari Imam Ahmed Al-Hassan (as) yang baru saja dirilis, yang bisa dilihat di dalam Serial Black Banners (terutama dari episode 9 dan seterusnya):

Apa yang membuatmu mengingkari atau menertawakan pengetahuan ini?
Alasannya adalah bahwa pengetahuan ini adalah pengetahuan yang baru dan keseluruhannya berbeda daripada apa yang manusia telah diajarkan dan ketahui.

Bukankan Imam Sadiq (as) berkata, “Ada 27 huruf pengetahuan. Pengetahuan yang telah diungkapkan sampai sekarang melalui semua Nabi (as) adalah interpretasi dari hanya 2 huruf saja. Ketika Al Qaim (as) akan bangkit, lalu Allah akan membuka sisa dari 25 huruf, dan akan menambahkan pada dua huruf yang sudah ada. Dengan cara ini pengetahuan yang berjumlah 27 huruf akan semuanya menjadi lengkap.”

Dan bukankah ia juga berkata, “Pengetahuan kami adalah bagaikan kitab yang tersembunyi pada lembaran yang tersebar luas... pengetahuan itu ada di dalam kepemilikan kami, Jafr Abyad, Jafr Ahmar, Jafr Akbar, dan Jafr Asghar yang akan menemani Imam Mahdi di Akhir Zaman dan Imam adalah satu-satunya yang mengetahui keseluruhan isinya.” - Hasan Zadeh Amoli, Hasan Uyun Masa’il al-Nafs waSarh al-Uyun fi Sharh al-Uyun, hlm. 778, Amir Kabir, Tehran, 1385 (solar)

Hadist Ahlul Bayt tentang perkara baru yang muncul bersama Al Qaim
Catatan: Sebutan “Qaim” atau “Mahdi” merujuk kepada Imam Al-Mahdi (as) dan kepada penerusnya Imam Ahmed Al-Hassan secara bersamaan karena Al Yamani, adalah tangan kanan dari Imam Mahdi (as) dan bertindak atas namanya, ia juga Mahdi Pertama, dan oleh karena itu ia adalah Al Qaim dari Keluarga Muhammad.

Al Qaim datang bersama perkara yang baru

• Imam Al-Baqir (as) berkata: “Ketika Qaim kami bangkit, ia akan memanggil manusia kepada perkara yang baru, sebagaimana Rasulullah (SAWAS) memanggil. Dan sesungguhnya, Islam dimulai sebagai sesuatu yang asing, dan akan kembali sebagai sesuatu yang asing, maka kabar gembiralah bagi orang-orang yang terasing.” – Ghaybat Al-No’mani, hlm. 336; Bihar Al-Anwar, vol.52, hlm. 366
• Imam Al-Sadiq (as) berkata tentang Al Qaim (as): “Ketika sang sahabat pedang (Al Qaim) datang, ia datang dengan sesuatu yang berbeda dari apa yang sebelumnya ada. – Al-Kafi, vol.1, hlm .536
• Dan ia (as) berkata: “Ketika Al Qaim bangkit, ia datang dengan perkara yang berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.” – Ghaybat AlToosi, hlm. 307

Al Qaim datang dengan membawa kitab yang baru

Imam Ahmed Al-Hassan (as) menyebutkan di dalam bukunya The Calf (Anak Sapi):
Abu Ja’far (Imam Al-Baqir) (as) berkata: “Al Qaim bangkit dengan perkara yang baru dan kitab yang baru dan pemerintahan yang baru, yang akan terasa sulit bagi orang-orang Arab. Urusannya tidak ada yang lain kecuali diselesaikan dengan pedangnya, لا يستتيب أحد, dan ia tidak akan takut dipersalahkan oleh siapapun.”
– Ghaybat al No’mani, hlm238; Bihar Al-Anwar, vol. 52, hlm. 354
• Amirul Mukminin Imam Ali (as) berkata di dalam khutbahnya yang panjang: “... dan ia menunjukkan kepada manusia sebuah kitab yang baru, dan ini adalah hal yang sukar dan berat bagi yang tak beriman. Ia memanggil manusia kepada suatu perkara, barangsiapa yang mengenalinya akan dituntunnya, dan barangsiapa yang mengingkarinya akan sesat. Jadi celakalah dan celakalah semua yang mengingkarinya...” – Ilzam Al-Nasib 2/174-190

Imam Al-Sadiq (as) berkata: “Seolah-olah aku melihat Al Qaim di atas mimbar Al-Kuf, dan di sekelilingnya adalah para sahabatnya, 313 laki-laki, jumlah yang sama seperti para sahabat di perang Badar, dan mereka adalah sahabat pilihan dan mereka adalah pemimpin pilihan Allah di bumiNya ke atas ciptaanNya, lalu Al Qaim mengeluarkan dari Qubanya sebuah buku yang bersegelkan emas, sebuah perjanjian/sumpah dari Rasulullah (SAWAS) dan kemudian mereka menjadi sangat takut kepadanya bagaikan ketakutan domba yang bisu. Dan tak ada satupun yang tinggal bersamanya kecuali seorang Khalifah dan 11 pemimpin sebagaimana yang tetap bertahan bersama Musa (as), putera Imran, dan mereka keluar di bumi dan mereka tidak menemukan jalan untuk melarikan diri darinya sehingga mereka kembali kepadanya, dan sesungguhnya aku mengetahui apa yang dia ucapkan kepada mereka yang mereka tidak mempercayainya!” – Imam Ahmed Al-Hassan, The Calf (Anak Sapi), hlm. 184

Al Qaim datang dengan pemerintahan yang baru
Dan di dalam hadist dari Al-Baqir (as): “Al Qaim akan memerintah dengan peraturan-peraturan yang akan ditolak oleh beberapa sahabatnya yang berjuang dengan pedang bersamanya, dan itu adalah peraturan Adam (as), sehingga ia akan membawa mereka keluar dan memenggal leher mereka, kemudian ia akan memerintah dengan peraturan yang kedua, yang akan ditolak oleh orang-orang yang lain yang berjuang dengan pedang bersamanya, dan itu adalah peraturan Daud (as) sehingga ia akan membawa mereka keluar dan memenggal lehernya, kemudian ia akan memerintah dengan peraturan yang ketiga, yang juga akan ditolak oleh orang-orang lain yang berjuang dengan pedang bersamanya, dan itu adalah peraturan Ibrahim (as) sehingga ia akan membawa mereka keluar dan memenggal lehernya, lalu ia akan memerintah dengan peraturan yang keempat dan itu adalah peraturan Muhammad (SAWAS) yang tidak ada seorang pun yang menolaknya.” – Bihar Al Anwar, vol. 52, hlm. 389
Dan Al-Baqir (as) berkata: “Sesungguhnya ia dinamakan al-Mahdi (yang mendapatkan petunjuk) karena ia memberi petunjuk pada suatu perkara yang tersembunyi, sebegitu pentingnya sehingga ia akan membuat seorang laki-laki terbunuh [walaupun] orang-orang tidak mengetahui dosa apa yang telah diperbuat oleh laki-laki tersebut.” – Bihar alAnwar, vol. 52, hlm. 389

Al Qaim memulihkan Islam
Ibn Atta berkata: Aku bertanya kepada Abu Jafar Al-Baqir (as): “Ketika Al Qaim bangkit, apakah yang ia lakukan di tengah-tengah masyarakat?” Kemudian ia (as) menjawab: “Ia menghancurkan apa yang sebelumnya telah ada, sebagaimana yang diperbuat oleh Rasulullah (SAWAS), dan ia memulihkan Islam kembali (seperti semula).” – Ghaybat AlNo’mani, hlm. 236, Bihar AlAnwar, vol. 52, hlm. 352
Abu Abdullah (as) berkata: “[Al Qaim] melakukan apa yang Rasulullah (SAWAS) lakukan; Ia menghancurkan apa yang apa yang telah ada sebelumnya, sebagaimana Rasulullah (SAWAS) menghancurkan perkara Jahiliyyah, dan ia memulihkan Islam kembali.” – Ghaybat Al-Nomani, hlm. 336, Bihar AlAnwar, vol. 52, hlm. 352
Dari Abi Baseer, Imam Al-Sadiq (as) berkata: “Islam dimulai sebagai sesuatu yang aneh dan akan kembali sebagai sesuatu yang aneh, maka berikanlah kabar gembira ini kepada orang-orang yang aneh, lalu aku berkata: tolong terangkan kepadaku, semoga Allah merahmatimu, kemudian ia (as) berkata: Seorang penyeru dari kami memulai seruan yang baru, sebagaimana Rasulullah (SAWAS) berseru.” – Ghaybat Al-No’mani, hlm. 337, Bihar Al Anwar, vol. 52, hlm 366
• Muhammad Ibn Ijlan meriwayatkan:
Imam Al-Sadiq (as) berkata, “Ketika Qaim kami bangkit, ia akan menyerukan Islam yang baru kepada manusia dan akan memimpin mereka kepada semua hal yang telah dimusnahkan dan yang menyebabkan manusia berpaling. Ia disebut sebagai Mahdi karena ia akan memimpin manusia kepada perkara yang manusia telah terpisah darinya. Ia disebut sebagai Al-Qa’im dikarenakan kebangkitannya bagi kebenaran.” – Al-Irshad, vol. 2, hlm. 383; Bihar al-Anwar, vol. 51, hlm 30, hadist 7

Dari Nahj al-Balaghah: Rasulullah (SAWAS) berkata: “Mereka mengikuti jalan yang salah dan pergi ke kanan dan ke kiri, mengabaikan hadist-hadist yang membimbing mereka... Wahai manusia, inilah waktunya ketika semua janji akan terpenuhi, ketika kedatangan seseorang yang kamu tidak ketahui sudah sangat dekat. Perhatikanlah bahwa ia yang telah muncul dari antara kamu akan pergi menyusul dengan cahayanya yang terang di masa yang paling sulit ini...” – Bihar al-Anwar, vol. 51, hlm. 186
Abdullah ibn Ata berkata: Aku bertanya kepada Imam Abu Jafar Muhammad Al-Baqir (as): “Terangkanlah kepada kami tentang Al Qaim....” Ia (as) berkata: “Ia akan mengikuti jalan Rasulullah (SAWAS), ia akan menghilangkan perkara-perkara yang ada sebelumnya dan datang dengan perkara-perkara yang baru.– Sheikh Muhammad ibn Ibrahim Numani, al-Ghaybah al-Numani, hlm. 216
Di dalam Al-Futuhat Al-Makkiya (Wahyu Mekah), disebutkan: “... Ia akan memulihkan agama dan menghidupkan Islam. Oleh karenanya, Islam akan berbangga karena memiliki dirinya sesudah kemundurannya, dan akan dihidupkan kembali. Ia akan menetapkan hukuman dan menyerukan untuk berbaiah kepada Allah dengan menggunakan pedangnya; barangsiapa yang menolak untuk mematuhinya akan dibunuh dan barangsiapa yang memeranginya akan menemui kegagalan. Ia akan menjadi pencerminan dari agama itu sendiri, seolah-olah Rasulullah-lah secara pribadi yang sedang memimpin. Ia akan menghilangkan semua mazhab dari bumi sehingga hanya satu yang tinggal yaitu satu agama yang murni. Yang akan menjadi musuh-musuhnya adalah para ahli fiqih dan ulama karena pendapat-pendapat mereka yang dijadikan hukum dan hal itu bertentangan dengan para Imam. Bagaimanapun, mereka akan dipaksa untuk mengikuti hukumnya, karena mereka takut akan pedang dan kekuasaannya dan merasa iri atas apa yang ia miliki. Orang-orang biasa dari kalangan muslim akan jauh lebih bergembira dalam menerimanya daripada para elit. Orang-orang yang bersama Kebenaran yang mengenali Allah Yang Maha Kuasa akan berbaiah kepadanya melalui testimoni, wahyu, dan definisi ketuhanan.” – Bisharat Al-Islam, hlm. 297
Diriwayatkan dari Fazal dari Abdulrahman dari Ibn Abu Hamza dari Abu Basir dari Imam Ja’far Al-Sadiq (as) bahwa ia berkata: “Al Qaim (as) akan menghancurkan Masjid al-Haraam sehingga dikembalikan kepada bentuk aslinya dan ia akan juga akan mengembalikan Mesjid Nabi (Masjidun Nabawi) pada konstruksi aslinya dan ia akan mengembalikan Ka’bah Suci pada tempatnya dan mendirikannya pada fondasinya. Ia akan memotong tangan Bani Shaibah dan menggantungnya pada Ka’bah karena mereka adalah pencuri Ka’bah.” –Ghaibat Tusi

Kutipan-kutipan dari Ahmed Al-Hassan

• Imam Ahmed Al-Hassan, The Allegories, Bag. 3, hlm. 175
“Pertanyaan 105: Sunnah Imam Al-Mahdi (as) adalah Sunnah Para Rasul dan Nabi, jadi apakah Imam (as) atau utusannya melakukan atau memerintahkan sahabat-sahabatnya atau sebagian orang kepada beberapa perkara yang tampaknya haram (muharrama = kelihatannya haram) – seperti yang terdapat di dalam surat Al Kahfi – dan bagaimana bisa diketahui bahwa hal itu adalah perkara inti dan sah?”
Jawabannya:
“Ya, Imam Mahdi (as) akan melakukan banyak hal yang membuat sebagian orang, diantara mereka adalah beberapa sahabatnya, berpikir bahwa hal-hal tersebut bertentangan dengan hukum-hukum syariah, sebagaimana yang disebutkan di dalam beberapa riwayat dari Ahlul Bayt (as) bahwa ia akan memerintah dengan aturan dari beberapa nabi (as) terdahulu dan beberapa dari ansarnya akan menentangnya.
Dan hal itu akan dikenali sebagai perkara yang sah, karena orang yang akan melaksanakannya adalah Imam Al-Mahdi (as), dan apabila perkara ini meragukan bagi seseorang, ia dapat kembali kepada petunjuk yang membingungkan; dan Dia adalah Penguasa surga dan dunia, Yang Maha Tinggi (SWT) untuk memperlihatkan kepadanya perkara tersebut melalui sebuah penglihatan atau dengan cara apapun yang berada diantara dirinya dan Allah (SWT).”


• Imam Ahmed Al-Hassan, The Allegories, Q72
“Ahlul Bayt (as) telah menjelaskan di dalam riwayat-riwayat cerita tentangThul Qarnayn, dan yang paling pentingnya adalah bahwa Thul Qarnayn pada masa sekarang adalah Al Qaim.” Sampai ia berkata: “Dan perkataan dari Amirul Mukminin (as) “dan ada yang mirip dengannya di antara kalian” – ‘nya’ dalam ‘dengannya’ berarti Al Qaim,karena ia akan menyerukan kepada orang-orang dan mereka akan berkata kepadanya “Pulanglah wahai engkau Putera Fatima”, kemudian ia akan menyerukan kepada mereka untuk yang kedua kalinya dan mereka akan mengatakan “Pulanglah engkau wahai Putera Fatima” dan yang ketiga kali Allah akan memberikan kepadanya leher mereka sehingga ia akan membunuh mereka sampai Allah SWT merasa puas, dan sampai satu dari orang yang terdekat kepadanya berkata: kamu membuat mereka takut seperti domba! Dan sampai orang-orang berkata: ia bukanlah dari Keluarga Muhammad (SAWAS) dan apabila ia berasal dari keluarga Muhammad (SAWAS) ia akan mempunyai belas kasihan” seperti yang diriwayatkan darinya (SAWAS).”

Apa yang wajib dilakukan

Adalah keharusan bagi setiap orang untuk secara berhati-hati menyelidiki jalan yang membawa mereka menuju kepada Allah SWT. Imam Ahmed Al-Hassan (as) adalah Al Qaim dari Keluarga Muhammad (as) dan pemimpin Panji-panji Hitam dari Timur (Black Banners of The East) dan adalah keharusan bagi orang mukmin untuk menyelidiki perkara ini dan kembali kepada Allah SWT.


Bagi barangsiapa yang menyangkal atau mengejek ilmu yang baru saja diungkapkan oleh Imam (as): Sudahkan kamu pertama-tama meneliti dan menyelidiki oleh dirimu sendiri tentang bukti-bukti dari Seruan Imam Ahmed Al-Hassan (as)? Sudahkan kamu bertanya kepada Allah (SWT) tentangnya(as) sebelum kamu menjadikan kata-katanya (as) sebagai lelucon? {Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak (Al-Qur'an), tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka, (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.} – Al Quran Surah Al An’am : 5
H- Pierre (Hidjara).

Salam, Une Pierre-Témoin. H-5. Mahdi est un[…]

A- Nom nouveau du Mahdi.

Salam, Miséricorde partout. A-18. Une sœur r[…]

S- L'Islam comme Religion ?

Salam, Petit Rappel du Rappel. S- 12. Le Ra[…]